26 Oct 2016 dr. Triana Istiqlal

Wanita Tidak Perlu Takut Terhadap Kanker

Wanita adalah kembang dalam rumah tangga. Jika dia layu maka rumah tangganya juga akan layu. Namun jika seorang wanita sehat maka rumah tangganya akan sehat, kumpulan rumah tangga yang sehat akan membentuk lingkungan sekitarnya juga menjadi sehat, dan jika beberapa lingkungan dalam suatu kota menjadi sehat, maka kota tersebut juga menjadi kota yang sehat, dan begitulah selanjutnya. Kesehatan seorang wanita berperan sangat penting di dalam sebuah lingkungan.

Dua kanker yang terbanyak di Indonesia adalah kanker payudara dan kanker mulut rahim – kedua kanker ini adalah kanker yang paling sering terjadi pada wanita.

Selama ini para wanita telah diimbau untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri yang sering dikenal dengan sebutan SADARI. Walau begitu, masih sangat banyak wanita yang datang berobat dengan kanker stadium lanjut. Sementara tujuan dari SADARI sebenarnya bukanlah untuk mendeteksi kanker, namun untuk mendeteksi perubahan-perubahan yang terjadi pada payudara.

Perubahan-perubahan yang harus diberi perhatian yaitu:

  • Benjolan pada payudara dan ketiak
  • Rasa tidak nyaman pada payudara atau rasa cemas terhadap keadaan payudara
  • Keluar cairan pada puting

Kebanyakan wanita beranggapan bahwa SADARI dilakukan untuk mendeteksi kanker pada payudara, padahal sebenarnya pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendeteksi perubahan-perubahan pada payudara. Mereka beranggapan bahwa jika terdeteksi sesuatu dalam pemeriksaan yang mereka lakukan, maka mereka akan melalui beragam terapi yang menakutkan seperti operasi, radioterapi, kemoterapi, dan sebagainya. Namun jika mereka paham bahwa yang ingin dideteksi dari SADARI adalah perubahan pada payudara, maka tidak perlu takut akan itu semua.

Jika seseorang mendeteksi adanya perubahan pada payudaranya, dokter kemudian akan memeriksakan perubahan itu. Misalnya terdapat benjolan pada payudara, dokter akan melakukan pemeriksaan FNA atau Fine Needle Aspiration, di mana sel pada benjolan akan diambil sedikit menggunakan jarum yang halus dan diperiksakan di laboratorium. Jika terdeteksi perubahan bentuk, atau nyeri pada payudara, dokter akan melakukan pemeriksaan radiologi, seperti mammografi, USG, atau MRI payudara. Dan jika keluhan seseorang adalah keluarnya cairan pada puting payudara, maka yang akan diperiksa adalah sitologi dari cairannya.

Sekitar 60% dari kelainan pada payudara adalah jinak, seperti peradangan atau tumor jinak, 30% tidak ditemukan kelainan, dan hanya sepuluh persen dari itu adalah keganasan. Jika perubahan tersebut ternyata menunjukkan hasil yang mengarah ke keganasan, biasanya deteksi dini akan menunjukkan hasil yang in situ, atau masih stadium awal. Terkadang juga seperti pada kasus yang terjadi pada selebriti Angelina Jolie yaitu didapatkan mutasi gen kanker payudara BRCA1 dan BRCA2.

Banyak juga pasien yang memilih berobat alternatif dan tidak berobat ke dokter setelah didiagnosa memiliki kelainan pada payudara padahal perkembangan penyakit terus meningkat. Nanti setelah penyakitnya bertambah buruk dan stadium kanker menjadi stadium lanjut, barulah ia datang ke dokter. Padahal deteksi dini dan terapi secepatnya adalah pilihan terbaik yang dapat dilakukan setelah diagnosa kanker.

Banyak yang bertanya mengenai kapan seorang wanita sebaiknya memeriksakan diri untuk deteksi kanker payudara. Normalnya, seorang wanita harus memeriksakan diri dengan metode SADARI setiap bulan, pada minggu kedua setelah bersih dari menstruasi. Untuk wanita dengan resiko tinggi untuk terkena kanker payudara, selain melakukan metode SADARI sebulan sekali, ia juga harus rutin kontrol ke dokter setiap enam bulan atau setahun sekali. Jika berumur di atas 35 tahun atau telah mempunyai anak, sebaiknya memeriksakan diri dengan mammografi. Namun jika berumur di bawah 35 tahun atau belum memiliki anak, pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan adalah dengan USG atau MRI. Mammografi sebaiknya dilakukan untuk wanita berumur di atas 35 tahun atau sudah memiliki anak, karena densitas atau kepadatan dari payudara sudah berkurang jika sudah pernah dialiri oleh ASI dan akan mempermudah deteksi benjolan atau kelainan yang terdapat di payudara.

sadari-gakken-01

Segala hal ini berlaku hampir sama pada kanker mulut rahim. Segala perubahan yang dirasakan, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Atau lebih baik lagi jika Anda rutin melakukan pap smear. Jika terdapat kelainan, beranilah untuk mengambil keputusan secara dini untuk histerektomi atau pengangkatan rahim, terlebih lagi jika sudah memiliki banyak keturunan.

Jika belum memiliki anak atau masih ingin punya anak, maka pengobatannya harus dengan terapi multidisiplin, yang artinya seseorang dikawal oleh endokrinolog, psikolog, ahli gizi, dan sebagainya, sampai melahirkan anaknya, kemudian setelah itu dilakukan histerektomi.Terapi multidisiplin penting dilakukan untuk seseorang dengan kanker mulut rahim yang sedang ingin punya anak, karena diagnose yang diberikan padanya bisa menimbulkan rasa stress yang sangat besar yang kemudian mengganggu fertilitas dan kesempatannya untuk mempunyai anak.

Banyak dokter yang mengambil keputusan untuk terapi secara perlahan-lahan, ketika pasien masih terdiagnosa CIN-1, dokter hanya memberi terapi krioterapi, begitu juga ketika pasien telah sampai ke tahap CIN-2. CIN-2 ini kemudian menjadi kanker mulut rahim, dan pada akhirnya pasien harus diberi kemoterapi, radioterapi, dan juga histerektomi. Padahal jika sejak awal terapinya langsung histerektomi, pasien tidak akan membutuhkan lagi terapi tambahan seperti kemoterapi dan lainnya.

Metode SADARI adalah metode yang sangat bagus apabila dokter yang memberi penjelasan benar-benar memberi edukasi yang jelas kepada pasien mengenai isi dan tujuan dari pemeriksaan tersebut. Para wanita harus diberikan penjelasan mengenai apa yang akan dilakukan jika ia mendapatkan suatu perubahan pada pemeriksaan SADARI. Jika terdapat kelainan, tentu kelainan tersebut akan ditatalaksana sesuai dengan diskusi dan informasi dari dokternya. Jika tidak terdapat kelainan, maka ia akan tenang dan merasa aman selama setahun, mengetahui bahwa segala perubahan yang ia temukan pada payudaranya bukanlah sesuatu yang patut dikhawatirkan.

Segala pengobatan untuk kanker payudara memang menakutkan untuk dibayangkan. Namun hal tersebut tidak perlu Anda pikirkan jika Anda dapat secara dini mendeteksi perubahan pada payudara Anda. Deteksi perubahan tidak sama dengan mendeteksi kanker. Jika terdapat perubahan pada payudara Anda bukan berarti perubahan itu adalah kanker, seperti yang telah dijelaskan di atas. Hal yang paling utama dan paling penting Anda lakukan adalah mengenali diri Anda sendiri, mengenali payudara Anda sendiri. Dengan itu, segala perubahan yang terjadi pada payudara Anda dapat segera terdeteksi.

Jadi, para wanita cantik, apa yang perlu Anda takutkan dari kanker jika Anda mengenali diri Anda sendiri dengan baik?

11147244_825657264182460_7543166734473325211_o
dr. Septiman Rachman, Sp.B, K(Onk) adalah dokter bedah dari Bagian Bedah Tumor Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dan juga bekerja sehari-hari sebagai dokter bedah tumor di beberapa rumah sakit lain, yaitu RS. Wahidin Sudirohusodo, RS. Awal Bros, dan RS Islam Faisal.

Opini Tumor dan Keganasan


26 Oct 2016 dr. Triana Istiqlal