9 Feb 2018 Gakken Editorial

Senyawa Baru bisa Menghentikan Bakteri Penyebab Penyakit

Sebuah studi yang telah diterbitkan dalam Journal of Biological Chemistry adalah studi pertama untuk menggambarkan jalur sinyal yang bisa mempengaruhi komunikasi—sebuah proses yang disebut penginderaan kuorum sensing—antara sel bakteri Streptococcus.

Bakteri jenis ini bertanggung jawab atas penyakit seperti: radang tenggorokan, demam berdarah serta beberapa kasus infeksi jaringan lunak dan pneumonia. Dalam kasus yang ekstrim, atau saat di mana bakteri mulai resisten terhadap antibiotik, infeksi umum namun serius seperti ini bisa menyebabkan kematian.

Peneliti Universitas Illinois di Chicago yang telah menuliskan makalah ini, mempelajari bahwa bakteri Streptococcus dan telah menghipotesiskan bahwa jalur penginderaan kuorum merupakan target obat yang ideal untuk memanipulasi aktivitas bakteri dan menekan virulensi.

Menurut Michael Federle, salah satu penulis yang terkait dengan studi tersebut, penginderaan kuorum adalah cara bagaimana bakteri mengatur perilaku mereka sebagai kolektif. Aturan ini memberi banyak manfaat bagi bakteria dan dalam kasus bakteri jahat, bisa membantu meningkatkan kelangsungan hidup dan membantu mempertahankan diri terhadap sistem kekebalan tubuh.

Untuk itu, tim peneliti mengembangkan alat untuk membantu mempelajari jalur pesinyalan kuorum penginderaan. Teknologi mereka memungkinkan untuk memantau aktivitas gen tertentu dengan mudah dan apakah kondisi lain dan bahan kimia bisa mempengaruhi ekspresi gen.

Dengan teknik ini, ilmuwan UIC telah membuka bagian dari proses komunikasi dan mengidentifikasi molekul kecil yang mempromosikan penginderaan kuorum pada Streptococci. Molekul ini menstabilkan sinyal kimia, yang disebut dengan feromon, yang ditransmisikan antar sel. Khususnya lagi, senyawa ini bekerja dengan menghalangi enzim yang akan menurunkan feromon sebelum dapat mengirimkan pesan, sehingga mengingkatkan kemampuannya untuk bertindak sebagai sinyal.

Menurut Michael Federle yang juga merupakan profesor obat kimia dan farmakognitif di UIC College of Pharmacy, penelitian yang dilakukan juga mengidentifikasi sebuah molekul yang mengganggu penghambatan pemberian sinyal. Kini, para peneliti tersebut telah mengidentifikasi jalur dan senyawa kimia tersebut sehingga dapat melihat lebih jauh cara memanipulasi penginderaan kuorum atau bahkan membungkam komunikasi atas sel.

Dengan menghilangkan komunikasi antar sel, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersahabat. Hal ini sangat penting dalam menghadapi resistensi antibiotik yang mulai meningkat di masyarakat. Setiap antibiotik yang didapatkan memiliki resistensi di alam, untuk itu kita membutuhkan cara untuk menghentikan bakteri sebelum menjadi ancaman yang memerlukan perawatan.

Category: Research. Source: UIC Today. Journal: http://www.jbc.org/content/early/2017/12/04/jbc.M117.810994.abstract

Riset dan Terobosan


9 Feb 2018 Gakken Editorial