24 Jul 2017 Ridhayani Hatta

Rekomendasi Vaksin bagi Dokter Gigi

Dokter gigi dan tenaga kesehatan lainnya memiliki risiko terhadap penularan penyakit serius, yang bahkan dapat mematikan. Dokter gigi utamanya berkerja langsung pada mulut pasien yang memiliki risiko yang sangat besar terhadap penularan penyakit infeksi. Hal ini memberikan perhatian besar bagi tenaga kesehatan untuk mencegah risiko infeksi dengan melakukan vaksin.1

Berdasarkan rekomendasi dari Advisory Committee on Imunization Practices (ACIP), tenaga kesehatan termasuk dokter gigi disarankan untuk melakukan vaksin sebagai bentuk proteksi diri, terhadap pasien, dan terhadap anggota keluarga. Dokter gigi harus selalu update terhadap jenis rekomendasi vaksin terbaru, vaksin tersebut antara lain:2,3

1. Hepatitis B

Petugas kesehatan yang belum divaksinasi dan/atau mereka yang tidak dapat mengingat vaksinasi sebelumnya harus menerima vaksin hepatitis B dengan tiga dosis berkala yaitu pada 0, 1, dan 6 bulan.  Dokter gigi karena melakukan tugas yang melibatkan paparan darah atau cairan tubuh, maka harus dilakukan uji Antibodi Hepatitis­-B Surface (anti-HBs) 1-2 bulan setelah dosis ke-3 untuk mengetahui imunitasnya.

  • Jika anti-HBs paling sedikit 10 mIU/mL (positif), vaksin tersebut kebal. Tidak ada pengujian serologi atau vaksinasi lebih lanjut yang direkomendasikan.
  • Jika anti-HBs kurang dari 10 mIU/mL (negatif), vaksin tidak dapat melindungi dari infeksi virus hepatitis B (HBV), dan harus menerima 3 dosis tambahan vaksin HepB dengan jadwal rutin, dilanjutkan dengan pengujian anti-HBs 1-2 bulan kemudian. Jika vaksin yang anti-HBsnya masih kurang dari 10 mIU/mL setelah 6 dosis, maka dianggap sebagai "non-responder."

Bagi non-responderTenaga kesehatan yang non-responder dianggap rentan terhadap HBV dan harus diberi konseling mengenai tindakan pencegahan untuk mencegah infeksi HBV dan kebutuhan untuk mendapatkan profilaksis HBIG untuk kemungkinan paparan parenteral terhadap darah dengan HBsAg positif atau darah dengan status HBsAg yang tidak diketahui. Ada kemungkinan juga bahwa non-responder adalah orang dengan HBsAg positif. Uji HBsAg juga dianjurkan. Tenaga kesehatan dengan HBsAg positif harus diberi konseling dan dievaluasi secara medis.4

2. Influenza

Semua tenaga kesehatan, termasuk dokter gigi harus menerima vaksinasi tahunan terhadap influenza. Live Attenuated Influenza Vaccine (LAIV) hanya diberikan kepada tenaga kesehatan yang sehat dan tidak hamil berusia 49 tahun ke bawah. Inactivated Injectable Influenza Vaccine (IIV) lebih diutamakan daripada LAIV untuk praktisi kesehatan yang sering berkontak dengan pasien immunosupressan parah.

3. Measles, Mumps, Rubella (MMR)

Dokter gigi harus kebal terhadap campak, gondong, dan rubela. Tenaga kesehatan baru dapat dianggap kebal terhadap campak, gondong, atau rubela hanya jika mereka memiliki dokumentasi mengenai:

  1. Konfirmasi laboratorium tentang penyakit atau imunitas, atau
  2. Vaksinasi yang tepat terhadap campak, gondong, dan rubela (yaitu 2 dosis vaksin campak dan gondok diberikan pada atau setelah usia 1 tahun dan berjarak 28 hari atau lebih, dan setidaknya 1 dosis vaksin rubella).

Tenaga kesehatan dengan riwayat 2 dosis MMR tidak direkomendasikan untuk uji imunitas secara serologis. Tetapi jika mereka diuji dan hasilnya negatif atau tidak jelas untuk campak, gondong, dan/atau rubella, maka mereka dianggap memiliki bukti dugaan imunitas terhadap campak, gondong, dan/atau rubela sehingga tidak memerlukan dosis MMR tambahan.

4. Varicella

Dianjurkan agar semua dokter gigi kebal terhadap varicella. Bukti imunitas tersebut mencakup dokumentasi 2 dosis vaksin varicella yang diberikan sekurangnya 28 hari, bukti laboratorium tentang imunitas, konfirmasi laboratorium terhadap penyakit, atau diagnosis atau verifikasi riwayat varicella atau herpes zoster oleh penyedia layanan kesehatan.

5. Tetanus/Diptheria/Pertussis (Ts/Tdap)

Dokter gigi yang belum atau tidak yakin apakah mereka sebelumnya telah mendapatkan vaksin Tdap harus menerima dosis Tdap sesegera mungkin, tanpa memperhatikan interval dosis Td sebelumnya. Dokter gigi dan tenaga kesehatan yang hamil harus divaksinasi ulang selama setiap kehamilan. Dokter gigi kemudian harus menerima penguat Td setiap 10 tahun setelahnya.

Sumber : Healthcare Personnel Vaccination Recommendations

Gigi dan Mulut Berita


24 Jul 2017 Ridhayani Hatta