30 Nov 2016 dr. Triana Istiqlal

Penyakit Jantung Adalah Sebuah Pilihan

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu secara global. Diestimasi terdapat 17,5 juta orang meninggal akibat penyakit jantung pada 2012, merepresentasikan 31% dari kematian di dunia. Dari presentasi tersebut, diperkirakan sekitar 7.4 juta orang meninggal akibat penyakit jantung koroner atau penyakit arteri koroner, dan 6,7 juta orang meninggal akibat stroke. Namun menurut dr. Michael Greger, penulis buku laris berjudul How Not to Die, kita dapat memilih untuk tidak menjadi salah satu dari angka tersebut.

Aterosklerosis adalah penyebab dari penyakit jantung koroner, di mana akumulasi lipid terjadi di dalam arteri dan penebalan dari tunika intima arteri. Dengan terjadinya formasi plak, maka akan terjadi obstruksi pada pembuluh darah yang menyebabkan abnormalitas peredaran darah. Oksigen yang dibawa oleh darah ke organ target akan berkurang. Pada jantung, gangguan terhadap peredaran darah yang normal kemudian menyebakan iskemia dari miokardium. Penyakit arteri koroner ini berjalan progresif sepanjang hidup, dan bahkan dimulai dari masa kanak-kanak. Pada sebuah penelitian, ditemukan bahwa aterosklerosis sudah muncul semenjak bayi jika dari ibunya yang memiliki kadar kolesterol tinggi semasa kehamilannya. Pada penelitian lain di sekelompok tentara yang meninggal dalam tugas yang berumur sekitar 20 tahun, ditemukan bahwa 70% telah memiliki plak aterosklerosis pada pembuluh darah.

Kolesterol terdapat pada plak aterosklerosis di pembuluh darah manusia. Populasi dan subjek dengan level serum kolesterol yang tinggi (kolesterol total dan LDL kolesterol) memiliki frekuensi aterosklerosis yang lebih tinggi dibandingkan dengan populasi dan subjek dengan level kolesterol yang rendah. Dengan menurunkan kolesterol total dan LDL, kita dapat menurunkan frekuensi terjadinya aterosklerosis, kemungkinan kematian dari kejadian tersebut, dan kuantitas plak di arteri. Dr. Greger bahkan menuliskan bahwa kolesterol bisa jadi merupakan satu-satunya faktor risiko aterosklerosis.

Pada artikel editorial dari dr. William Clifford Roberts pada American Journal of Cardiology tahun 2010, dr. Roberts menuliskan bahwa cara satu-satunya untuk menimbulkan aterosklerosis dalam eksperimen adalah dengan memberi hewan herbivora makanan yang bersaturasi lemak tinggi atau tinggi kolesterol. Dr. Greger pada bukunya kemudian menuliskan bahwa kadar LDL normal (sekitar 70 mg/dl) dan total kolesterol normal (dari 150 mg/dl sampai dengan 200 mg/dl) masih belum cukup baik untuk menghindari terjadinya aterosklerosis. Untuk membuat tubuh Anda bebas dari ancaman aterosklerosis, maka LDL di dalam darah harus dijaga di bawah 70 mg/dl dengan cara mengonsumsi metode diet yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, daripada konsumsi protein hewani.

Lalu jika membicarakan mengenai pencegahan aterosklerosis, dr. Greger kembali mengingatkan Anda bahwa aterosklerosis kemungkinan sudah ada di tubuh kita semenjak lahir. Maka dari itu, tulisnya, pertanyaannya bukan "Apakah Anda ingin mengonsumsi makanan yang lebih sehat untuk mencegah penyakit jantung?", melainkan "Apakah Anda ingin mengonsumsi makanan yang lebih sehat agar dapat membalikkan keadaan penyakit jantung yang kemungkinan telah anda dapatkan?". Studi oleh Natahan Pritklin, Dean Ornish, dan Caldwell Estelstyn Jr mengambil pasien dengan penyakit jantung yang berat dan memberi mereka diet yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dengan harapan bahwa diet itu akan membantu menghentikan progresivitas penyakit mereka ke depan. Hasilnya cukup mengejutkan, di mana keadaan penyakit jantung para pasien malah membaik segera setelah mereka berhenti mengonsumsi diet yang menyumbat arteri. Tubuh mereka kemudian mulai menghilangkan plak yang telah ada sebelumnya. Arteri yang tersumbat menjadi terbuka tanpa adanya intervensi pemberian obat maupun pembedahan. Hal ini memberi tanggapan bahwa selama ini tubuh mereka ingin menyembuhkan diri, hanya saja tidak pernah diberi kesempatan sebelum ini.

Tubuh manusia dilengkapi peralatan luar biasa untuk menyembuhkan diri sendiri. Jika lutut Anda terbentur meja, misalnya, lutut akan menjadi merah, bengkak, dan nyeri. Namun secara alami, lutut Anda akan kembali normal dan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu intervensi apapun. Namun jika anda membenturkan lutut Anda terus menerus pada meja, tanpa memberinya istirahat, lutut Anda tidak akan pernah sembuh. Sama halnya dengan diet Anda. Diet yang tidak sehat tidak hanya memberi pengaruh terhadap struktur arteri, namun juga mempengaruhi fungsinya. Saat Anda mengonsumsi diet yang tidak sehat, arteri akan mulai mengeras dalam hitungan jam, mengganggu kemampuannya untuk berelaksasi secara normal. Dan saat proses inflamasi ini mulai berkurang dan mulai menyembuhkan dirinya sendiri, Anda akan melukai arteri Anda lagi pada saat makan siang, dengan makanan yang tidak sehat. Beri waktu untuk arteri Anda berfungsi secara normal, dan biarkan keajaiban tubuh Anda bekerja.

Penelitian mengenai penyakit jantung koroner yang dapat “kembali sehat” dengan diet yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, dengan atau tanpa perubahan gaya hidup sehat, telah dipublikasikan beberapa dekade belakangan pada beberapa jurnal kedokteran yang paling terkenal. Namun mengapa hal ini belum terpublikasikan secara publik? Dr. Greger dalam bukunya menuliskan bahwa kurangnya suara pemerintah akan hal ini mungkin dikarenakan keterkaitan pemerintah dan politisi dengan industri daging, susu, dan telur.

Bagaimana dengan para profesional kesehatan seperti dokter? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa alasan utama para dokter untuk tidak memberi konseling mendalam pada pasien dengan kolesterol tinggi adalah karena mereka merasa bahwa pemilihan konsumsi makanan adalah sebuah privasi untuk pasiennya. Dengan kata lain, dokter merasa bahwa pasien akan merasa kehilangan hak untuk memilih makanan tidak sehat yang sering mereka makan. Pada akhirnya, meminta pasien untuk mengehentikan konsumsi makanan yang tidak sehat dan menggantinya dengan diet yang berasal dari tumbuh-tumbuhan akan seperti meminta pasien perokok untuk berhenti merokok.

Sekarang ketika Anda telah mengetahui fakta ini, apakah Anda siap untuk memulai diet yang berasal dari tumbuh-tumbuhan? Dan jika Anda seorang dokter, apakah Anda akan mulai memberi edukasi mendalam mengenai pentingnya mengganti pola diet guna menyehatkan kembali arteri pasien dari plak aterosklerosis yang telah mereka miliki? Semua ada di tangan Anda, karena penyakit jantung, adalah sebuah pilihan.

Hipertensi Tips Kesehatan Gizi


30 Nov 2016 dr. Triana Istiqlal