29 Oct 2019 Gakken Editorial

Penggunaan Cannabidiol (CBD) dan Panduan Perawatan Psoriasis

Akhir-akhir ini, banyak kajian yang menunjuk pada kemampuan penyembuhan cannabidiol (CBD)--salah satu dari 80 senyawa kimia pada ganja--Sehingga, cukup wajar untuk mengajukan pertanyaan: Dapatkah menggunakan minyak CBD membantu meringankan gejala psoriasis?

Ulasannya beragam dan terdapat bukti anekdotal bahwa minyak CBD, dengan sifat anti-inflamasinya yang luas, dapat membantu mengobati penyakit autoimun memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Namun, penelitian sampai saat ini belum memberi kesimpulan meyakinkan.

Meskipun, tidak berarti bahwa minyak CBD bukan pilihan pengobatan tambahan untuk pasien psoriasis yang mengalami psoriasis plak —menyebabkan lesi kulit kering, terangkat, dan ruam merah (atau plak) yang ditutupi dengan sisik keperakan pada area tubuh seperti bagian belakang siku, di atas tempurung lutut, dan di punggung bawah.

Faktanya, beberapa kajian terdahulu yang menyelidiki cara CBD membantu mengobati eksim dan psoriasis, menunjukkan beberapa harapan, kata Jordan Tishler, MD, seorang dokter dan ahli cannabis di Boston.

"Namun, sementara studi ini umumnya menggembirakan, mereka tidak mendekati konklusif," kata Dr. Tishler.

Meskipun penelitian klinis terkait manfaat kesehatan minyak CBD belum terwujud, banyak pasien yang berminat untuk mengetahui manfaat CBD—selama ini dapat digunakan sebagai minyak, balsem, krim, atau salep—dapat membantu mengobati psoriasis.

Beberapa penelitian, termasuk satu penelitian yang dilakukan pada 2007, yang menemukan bahwa cannabinoid, termasuk CBD, memperlambat pertumbuhan dan pembelahan sel-sel kulit yang terlibat dalam ruam kulit psoriatik.

"Kita tahu bahwa kanabinoid seperti CBD dapat mengurangi peradangan dan rasa sakit," David Casarett, MD, kepala perawatan paliatif di Duke University di Durham, North Carolina, "Sekali lagi, apa yang kita lihat sekarang adalah bahwa sebagian besar bukti bersifat sementara tetapi menjanjikan."

Studi lain terhadap pasien psoriasis yang dilakukan pada tahun 2019 sama-sama menarik. Studi ini dipimpin oleh para peneliti di Italia dan menunjukkan bahwa menerapkan salep yang diperkaya CBD topikal pada kulit psoriatik memang membantu mengurangi gejala psoriasis.

Dalam studi tersebut, lima pasien psoriasis menerapkan salep CBD pada area kulit mereka yang terkena psoriasis dua kali sehari selama tiga bulan. Setelah itu, para peneliti menyimpulkan bahwa salep tidak hanya aman dan efektif tetapi juga meningkatkan kualitas hidup pasien psoriasis.

Selain membantu mengobati gatal-gatal dan iritasi kulit, CBD juga dapat membantu pasien psoriasis mengendalikan rasa sakit dan mengurangi peradangan.

Itulah sebabnya Hervé Damas, MD, seorang dokter di Grassroots Medicine and Wellness, sebuah praktik medis di Miami, mengatakan ia menggunakan CBD — yang memiliki sedikit efek samping dan dianggap aman secara keseluruhan — sebagai bagian dari rencana perawatan psoriasis yang ia rekomendasikan untuk pasien-pasiennya.

“Untuk masalah dermatologis seperti psoriasis, dermatitis, dan eksim, saya menemukan CBD sangat efektif dalam mengurangi flare-up, iritasi, dan ketidaknyamanan yang dialami pasien saya," katanya, "tergantung pada tingkat keparahan penyakitnya, saya akan menggunakan krim topikal atau kombinasi perawatan topikal dan sistemik."

Namun, para ahli lain tidak yakin bahwa minyak CBD sama efektifnya dengan terapi saat ini, yang meliputi krim steroid topikal dan salep, krim topikal vitamin D, krim anti-inflamasi nonsteroid, dan terapi cahaya ultraviolet. Selain itu, pasien psoriasis juga dapat minum obat imunosupresan, seperti siklosporin dan metotreksat, serta obat biologics yang lebih baru untuk mengobati gejalanya.

"Efek kanabis relatif lemah dibandingkan dengan steroid topikal seperti hidrokortison," kata Dr. Tishler. "Singkatnya, saat ini saya tidak akan merekomendasikan kanabis atau produk CBD topikal untuk mengobati penyakit serius seperti psoriasis."

Dua Panduan Baru Perawatan Psoriasis

Dua pedoman baru tentang perawatan dan manajemen psoriasis telah dirilis oleh American Academy of Dermatology, memberi dokter dengan standar berbasis bukti baru tentang bagaimana mengobati penyakit melalui penggunaan obat-obatan biologics dan dalam mengenali komorbiditas fisik dan mental selanjutnya yang terjadi pada banyak pasien.

Craig Elmets, M.D., FAAD, profesor di University of Alabama di Birmingham Department of Dermatology, menjabat sebagai penulis utama yang mengembangkan pedoman ini.

"Telah ada ledakan informasi yang tersedia tentang psoriasis dan penyakit yang terkait dengannya, tetapi ini adalah pedoman pertama yang memberikan informasi komprehensif kepada dokter lain tentang cara merawat pasien hanya dari efek fisik luar psoriasis," kata Elmets.

"Dengan bukti yang dikumpulkan selama beberapa tahun terakhir, kami memahami bahwa psoriasis dapat benar-benar berdampak pada kualitas hidup seseorang, dan kami yakin pedoman tersebut akan mengarah pada keputusan perawatan yang lebih baik."

Dua pedoman tersebut adalah:

Sumber:
  1. Health
  2. the American Academy of Dermatology
  3. National Psoriasis Foundation

Kesehatan Kulit


29 Oct 2019 Gakken Editorial