29 Apr 2019 drg. Ridhayani Hatta

Panduan Sederhana Screening Kanker Mulut

Kanker Mulut didefinisikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai kanker yang terdapat pada bibir, rongga mulut, nasofaring dan faring. Dokter gigi memiliki peran yang sangat penting dalam hal deteksi dini dan pencegahan penyakit kanker mulut. Semakin cepat kanker mulut didiagnosa maka semakin baik pula peluang bertahan hidup yang akan dimiliki pasien penderita penyakit ini. Maka dari itu, sangat penting bagi dokter gigi untuk mengetahui risiko, tanda, dan gejala yang perlu diwaspadai.

“C-A-N-C-E-R-!”

Untuk memudahkan mengingat tanda yang perlu diwaspadai pada saat melakukan screening pada pasien untuk mengetahui tanda dan gejala kanker mulut, maka dibuat akronim dari kata CANCER! Sebagaimana yang dikutip dari British Dental Journal yang dijelaskan secara singkat berikut ini:

C = Cigarette, Cigar, Chewing Tobacco

Ketika meninjau riwayat sosial pasien, sangat penting bagi dokter gigi untuk mengukur dan meninjau status merokok pasien. Merokok merupakan salah satu penyebab utama kanker mulut dan juga penting bagi dokter gigi untuk memberitahukan kepada pasien bahwa merokok sangat berperan dalam memberikan efek berbahaya dalam rongga mulut. Lebih dari 60% kanker mulut dan tenggorokan disebabkan oleh kebiasaan merokokDari data yang dimiliki Dentalhealth, perokok 3 kali lebih berisiko dalam perkembangan kanker mulut dibandingkan bukan perokok.

Selain merokok, mengunyah tembakau juga menjadi salah satu kebiasaan yang penggunaannya terus meningkat di beberapa etnis minoritas dan kelompok keagamaan. Sehingga sangat penting untuk mengidentifikasi pasien yang melakukan kebiasaan tersebut dan memperingatkan mereka tentang hubungan mengunyah tembakau dengan kanker mulut. Kebiasaan mengunyah tembakau ini dihubungkan dengan munculnya oral submucous fibrosis (gambar 1) yang merupakan presentasi awal dan dapat menjadi prekursor kanker rongga mulut.

 

 

A = Alcohol

Riwayat intake alkohol yang signifikan, dapat membantu dalam mengidentifikasi pasien yang berisiko terhadap perkembangan kanker rongga mulut. Gunakan AUDIT-C yang merupakan alat screening alkohol untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko. Pasien yang menunjukkan kebiasaan meminum alkohol berlebihan harus dikenali dan dikonseling dengan tepat. Kebiasaan minum alkohol meningkatkan risiko kanker mulut hingga 30% dan pasien yang dikelompokkan dalam “Kelompok Bahaya” untuk kanker mulut adalah mereka yang merokok dan minum secara teratur.

N: Non-healing Ulcer

Adanya ulserasi yang tidak sembuh dalam 2-3 minggu perlu dicurigai (gambar 2). Tanda lain dari ulserasi yang dicurigai tanda awal kanker mulut adalah jika penanganan yang sudah tepat tidak memberikan efek dan tidak ada diagnosis banding yang dapat disepakati.

C = Cancer History

Riwayat adanya Karsinoma Sel Skuamosa di sekitar area kepala dan leher yang dialami anggota keluarga utama dapat meningkatkan risiko pasien terhadap pekembangan Karsinoma Sel Skuamosa baik di rongga mulut dan/atau regio kepala dan leher. memastikan informasi ini dalam menilai risiko pasien dengan tepat.

E = Extra and Intra Oral Examination

Pemeriksaan pasien harus dilakukan secara sistematis dan menyeluruh untuk membatasi risiko terlewatkannya bagian-bagian penting yang menjadi daerah penyebaran penyakit ini.

Pemeriksaan ekstra-oral dimulai sejak pasien memasuki ruang klinik Anda, mengamati kondisi kesehatan pasien secara umum, adanya asimetri, pembengkakan, cacat, massa, lesi pada kulit, dan pigmentasi. Lakukan pemeriksaan secara sistematis hingga ke bibir, temporomandibular joint (TMJ), otot-otot pengunyahan, dan kelenjar getah bening.

Pemeriksaan intra-oral juga harus dilakukan secara sistematis dan berulang pada seluruh jaringan rongga mulut.

R = Refer when in Doubt

Jika Anda mendiagnosa lesi yang terdapat dalam rongga mulut yang merupakan lesi yang dicurigai, khususnya jika pasien dikategorikan dalam “Kelompok Bahaya” sesuai dengan hasil anamnesa Anda, sebaiknya konsultasikan dengan sejawat yang lebih berpengalaman di bidang ini dan buat rujukan yang sesuai.

Anda mungkin butuh untuk melakukan foto radiografi klinis untuk melihat kondisi lesi pada saat itu, sehingga Anda atau sejawat lainnya dapat mengidentifikasi perubahan atau perkembangan lesi.

*

Selain tanda-tanda awal yang menjadi panduan umum untuk mendeteksi kanker mulut, beberapa penelitian terbaru merekomendasikan beberapa hal yang patut diperhatikan:

Human Papillomavirus

Human Papillomavirus (HPV) baru-baru ini telah menjadi perhatian klinisi. Merujuk dari berbagai penelitian menunjukkan potensi HVP yang akan menyusul perilaku merokok sebagai faktor risiko utama untuk kanker rongga mulut dalam 10 tahun ke depan. Sehingga sangat penting bagi seorang dokter gigi untuk memperingatkan pasien tentang bahaya penyakit menular seksual yang sangat umum terhadap terjadinya kanker mulut. Sebagai dokter gigi, Anda harus mewaspadai riwayat HPV dari pemeriksaan riwayat kesehatan umum pasien. Jika memungkinkan, pastikan bahwa pasien sadar akan pentingnya penggunaan vaksin yang bermanfaat sebagai tindakan pencegahan.

Ultraviolet

Paparan ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kanker kulit pada area kepala dan leher seperti Karsinoma Sel Squamosa, Karsinoma Sel Basal, dan Melanoma ganas. Penyakit-penyakit tersebut dapat muncul pada bibir. Sehingga, Anda dapat mengedukasi pasien untuk menghindari paparan ultraviolet yang berlebihan.

Makanan

Makanan dapat memengaruhi risiko perkembangan kanker mulut pada pasien. Sebagai dokter gigi, Anda harus mampu megedukasi pasien untuk memastikan bahwa pasien mengonsumsi buah dan sayuran yang memadai. Buah dan sayuran diharapkan dapat menyediakan vitamin dan mineral yang dibutukan tubuh untuk mengurangi risiko kanker mulut. Saran terbaik yang dapat dilakukan untuk mengontrol makanan adalah dengan memberikan “Kartu Kontrol Diet” yang juga dapat digunakan untuk menilai risiko karies.

Dokter gigi yang merupakan klinisi pertama yang dapat menyadari adanya kelainan rongga mulut yang berpotensi terhadap terjadinya kanker sebaiknya meningkatkan anamnesa dan pemeriksaan pasiennya dengan menilai risiko kanker yang ada. Gunakan akronim “C-A-N-C-E-R-!” untuk memudahkan mengingat 7 tanda mematikan pada saat melakukan screening kanker rongga mulut.

Sumber:
  1. Mouth Cancer Action. Are you mouthware?
  2. Oral cancer recognition tool kit.
  3. Speight P, Warnakulasuriya S, Ogden G. Early detection and prevention of oral cancer: a management strategy for dental practice. British Dental Association: Occasional Paper.
  4. Alcohol Learning Centre. Alcohol screening tool.
  5. Canadian Cancer Society. Risk factor for oral cancer.

Tips Kesehatan Gigi dan Mulut


29 Apr 2019 drg. Ridhayani Hatta