5 Jul 2017 Dian Safitri

Masalah Kesehatan Global di Tahun 2017

Intrahealth International setiap tahunnya merilis daftar masalah kesehatan global yang perlu digarisbawahi dan diberikan perhatian lebih. Tahun ini, tidak hanya penyakit baru yang perlu diwaspadai, namun sistem penanganan layanan kesehatan pun menuang kekhawatiran. Apa saja isi daftar ini? Kami membahasnya di sini.

1. Superbug

Waspadai bakteri yang resistan terhadap obat. Di berbagai belahan dunia, tercatat pasien yang memeriksakan infeksi bakteri kebal terhadap 26 jenis antibiotik yang tersedia. Ancaman jenis bakteri yang kebal terhadap segala jenis obat yang tersedia di muka bumi ini telah diwaspadai selama bertahun-tahun dan akhirnya menjadi kenyataan. Superbug atau Carbapenem-resistant Enterobacteriaceae telah membunuh lebih dari 700.000 orang setiap tahunnya. Dalam U.N General Assembly di bulan September 2016, pemimpin-pemimipin dunia sepakat akan beberapa langkah untuk menghentikan penyebarannya.

2. Stagnansi Penanganan HIV

Langkah besar dalam pengobatan HIV selama satu dekade terakhir serta keberhasilan dalam mengurangi stigma buruk terhadap penderita AIDS memiliki beberapa efek samping yang mengganggu. Di beberapa wilayah seperti Namibia di mana angka penderita di kalangan perempuan sangat tinggi yaitu 31%, HIV sudah menjadi hal biasa, masalah yang mudah ditangani seperti kondisi kronis lainnya. Ini menghasilkan berkurangnya usaha pencegahan dan meningkatnya infeksi baru.

Walaupun UNAIDS dan organisasi-organisasi besar telah bersumpah untuk bersama-sama mengakhiri epidemi AIDS di 2030, kita telah berada di titik krusial di mana hal kecil pun dapat merusak upaya bertahun-tahun. Kita harus melihat kemajuan, mengupayakan urgensi dan investasi global yang terus-menerus untuk memerangi virus ini, bukannya stagnansi.

3. Perawatan Kesehatan Organ Reproduksi sedang di Ujung Tanduk

Masih tingginya angka kematian ibu ketika melahirkan, kematian karena kehamilan abnormal, aborsi dan penyakit-penyakit organ reproduksi tetap menjadi kekhawatiran besar di berbagai penjuru dunia. Pelayanan kesehatan di bidang reproduksi yang tidak merata di negara-negara dunia ketiga, lemahnya dukungan negara terhadap pendanaan klinik reproduksi dan layanan kesehatan khusus wanita di negara-negara maju menjadi isu hangat kesehatan global di tahun ini.

4. Virus Zika

Sudah satu tahun sejak WHO mengumumkan keadaan darurat karena virus Zika, dan baru saja organisasi yang sama mengagetkan dunia kesehatan dengan mengumumkan usainya keadaan darurat. Bukan karena Zika sudah tidak berbahaya, namun karena virus ini tidak akan menghilang dalam waktu dekat.

Zika akan menjadi seperti malaria dan yellow-fever, jenis virus yang membutuhkan usaha yang besar dan harus terus menerus diperangi. Apalagi belum ditemukan vaksin untuk virus ini.

5. Buruknya Sistem Pelayanan Kesehatan di Berbagai Penjuru Dunia

Kekurangan dokter di berbagai belahan dunia menjadi semakin buruk. Setelah rumah sakit dan klinik di negara-negara seperti Jamaika, Amerika Utara dan Eropa ditinggalkan oleh dokter-dokternya karena buruknya sistem dan fasilitas kesehatan yang disediakan oleh pemerintah, dokter-dokter di Kenya pun mogok kerja menuntut perbaikan fasilitas pelayanan kesehatan di negara tersebut. Hal ini menyebabkan jutaan orang tanpa akses ke layanan kesehatan.

 

Referensi: www.intrahealth.org https://amr-review.org www.who.int www.unaids.org www.nytimes.com

Tips Kesehatan Penyakit Berita Gizi


5 Jul 2017 Dian Safitri