28 Jan 2018 Gakken Editorial

Hari Kusta Sedunia 2018: Indonesia Tanpa Kusta

Kusta adalah salah satu penyakit tertua di dunia yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang disebut juga dengan Penyakit Lepra. Namun, karena konotasi negatif yang sering didapatkan oleh pasien kusta, maka kini penyakit kusta lebih sering disebut penyakit Morbus Hansen. Diambil dari nama penemu kumannya, yaitu, Dr. Gerhard Armauwer Hansen.

Hari Kusta Sedunia diperingati setiap minggu terakhir di bulan Januari. Tujuan diperingatinya adalah untuk menghilangkan atau mengubah pandangan masyarakat umum terhadap penderita penyakit kusta. Orang dengan penyakit kusta memerlukan seluruh perhatian masyarakat karena saat ini Indonesia berada di nomor 3 di dunia dengan penderita kusta terbanyak setelah India dan Brasil. (WHO:2013) Hal ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam eliminasi penyakit kusta pada tahun 2019.

Akibat stigma negatif yang sudah terlanjut melekat pada penderita kusta dan Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OPYMK) inilah yang menyebabkan terjadinya diskriminasi pada penderita seperti di sarana publik, contohnya, sekolah, rumah makan, sarana ibadah dan sarana kesehatan. Di Indonesia sendiri, penderita penyakit ini masih cukup banyak, namun masih banyak yang kurang peduli terhadap tanda dan gejalanya. Umumnya penderita kusta ditemukan ketika sudah terjadi kecacatan pada anatomi tubuhnya. Padahal deteksi dini serta pengobatan yang dilakukan sejak awal bisa mengurangi risiko kecacatan.

Kusta bukan turunan, bukan pula kutukan, kusta dapat disembuhkan.

Selamat Hari Kusta Sedunia!

Tips Kesehatan Berita Penyakit Infeksi


28 Jan 2018 Gakken Editorial