Kategori Artikel

Penyakit Degeneratif

9 Oct 2017 Astrid Ivonna

Kadar Magnesium Dalam Darah dapat Memprediksi Risiko Demensia

Menurut sebuah penelitian yang telah dipublikasikan secara online pada tanggal 20 september 2017 dalam The medical journal of the American Academy of Neurology, jika dibandingkan dengan orang-orang dalam penelitian yang memiliki kadar mineral lebih tinggi atau lebih rendah dalam darahnya, orang yang memiliki kisaran menengah cenderung memiliki kemungkinan yang kecil mengalami demensia.

365
6 Feb 2017 Triana Istiqlal

Permainan, Penggunaan Komputer, Kerajinan Tangan dan Aktivitas Sosial pada Hari Tua Menurunkan Risiko Alzheimer

Alzheimer telah menjadi epidemi global, dan menyebabkan beban besar tidak hanya bagi masyarakat namun juga bagi pelayanan kesehatan dan keluarga dari penderita. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal JAMA Neurology, sekelompok peneliti melakukan investigasi studi terhadap partisipan berumur 70 tahun keatas untuk melihat apakah aktivitas tertentu dapat menurunkan resiko Alzheimer.

347
25 Jan 2017 Triana Istiqlal

Hipertensi pada Usia Lanjut Dikaitkan dengan Menurunnya Risiko Alzheimer

Hipertensi selama ini telah dilaporkan sebagai salah satu faktor risiko untuk demensia. Namun pada studi dari University of California menunjukkan bahwa mereka yang mengalami hipertensi pada umur 80 sampai 90 tahun, mempunyai risiko lebih rendah untuk mendapatkan penyakit Alzheimer, salah satu jenis dari demensia.

299
8 Dec 2016 Triana Istiqlal

Efek Rokok terhadap Kesehatan Otak

Merokok telah dikenal sebagai faktor risiko utama untuk banyak jenis kanker, masalah pernapasan, jantung, membuat komplikasi pada kehamilan, jumlah sperma yang sedikit pada pria, permasalahan kesehatan mulut, dan juga peningkatan kemungkinan penyakit katarak. Walau begitu, masih sangat banyak dari perokok yang belum mengetahui efek rokok terhadap tubuh, dan terlebih lagi terhadap area lain seperti kemampuan belajar dan daya ingat.

444
25 Nov 2016 Triana Istiqlal

Hipotesis Amiloid Pada Penyakit Alzheimer

Degenerasi dari sel otak yang memproses, menyimpan, dan mengingat informasi adalah kondisi yang menyebabkan penyakit Alzheimer. Dalang dari kondisi ini belum diketahui secara pasti, namun para ilmuwan mempunyai beberapa suspek, salah satunya, adalah fragmen protein mikroskopik di otak yang dikenal sebagai beta-amiloid.

379
Wednesday, 17 Jan 2018
Artikel Populer

Intrahealth International setiap tahunnya merilis daftar masalah kesehatan global yang perlu digarisbawahi dan diberikan perhatian lebih. Tahun ini, tidak hanya penyakit baru yang perlu diwaspadai, namun sistem penanganan layanan kesehatan pun menuang kekhawatiran. Apa saja isi daftar ini? Kami membahasnya di sini.

Infeksi luka operasi adalah salah satu infeksi terkait pelayanan kesehatan yang paling mudah dicegah, namun tetap merupakan masalah klinis yang signifikan akibat kaitannya dengan mortalitas dan morbiditas dan peningkatan kebutuhan sumber daya pelayanan kesehatan. Hal ini terjadi akibat bakteri yang masuk melalui insisi yang dibuat saat operasi. Untuk penceghannya, WHO mengeluarkan pedoman terbaru untuk menghentikan infeksi pasca operasi dan mencegah resistensi antibiotik.

Devitalisasi pulpa merupakan teknik operatif yang paling sering digunakan pada berbagai perawatan untuk gigi yang pulpitis. Hal ini disebabkan karena bahan devitalisasi memberikan efek langsung pada perawatan dan painless.

Pengobatan terbaru bagi penderita hemofilia kembali dikembangkan, sejak berabad-abad penyakit ini dinyatakan sebagai salah satu penyakit yang mematikan. Proses penyembuhan The Royal Disease ini membutuhkan waktu yang lama dan rumit. Banyak orang dengan masalah kelainan pada darah lebih memilih untuk melakukan pengobatan berkala yakni berupa drugs infusion untuk menjaga agar kondisi mereka tetap dalam keadaan normal. Penyakit turun-temurun yang pernah menimpa Ratu Inggris, Ratu Victoria di tahun (1837-1901) yang menjadi seorang pembawa sifat (carrier) hemofilia di dalam keluarganya, dapat diobati melalui beberapa cara yang telah umum dilakukan yakni melalui perawatan khusus dan juga pemberian obat secara berkala. Baru-baru ini dikembangkan obat yang diharapkan dapat dikonsumsi berkelanjutan oleh penderita tanpa harus menimbulkan resistensi diakibatkan oleh penggunaan obat yang berkepanjangan.

Pemeriksaan Diabetes Melitus Gestasional (GDM) sangat penting untuk dilakukan kepada Ibu Hamil, tetapi tidak terjadi kesepakatan mengenai cara terbaik melakukannya. David Gernache, PhD menjelaskan lebih jauh mengenai hal tersebut.