8 Jun 2018 drg. Ridhayani Hatta

Bahan Kedokteran Gigi dan Reaksi Alergi yang Ditimbulkan

Penggunaan berbagai bahan kedokteran gigi dalam penatalaksanaan penyakit gigi dan mulut, berpotensi menimbulkan risiko reaksi alergi terhadap pasien, teknisi maupun dokter gigi.1

Reaksi alergi merupakan kondisi yang lazim terjadi, untuk itu, bahan yang digunakan (seperti bahan tambalan, piranti ortodontik, dll.) harus biokompatibel karena digunakan untuk waktu yang lama di dalam rongga mulut.2

Kasus alergi pertama untuk bahan gigi yang terbuat dari logam terjadi karena restorasi amalgam dalam rongga mulut yang mengakibatkan stomatitis dan dermatitis di sekitar anus.1 Reaksi alergi juga dapat bermanifestasi dalam bentuk urtikaria, pembengkakan, ruam dan rhinorrhea yang juga dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa seperti edema pada laring, anafilaksis dan aritmia jantung.3

Alergi kontak pada rongga mulut adalah reaksi hipersensitivitas yang diperantarai oleh delayed sel-T.3 Manifestasi klinisnya bervariasi, antara lain, rasa terbakar, mukosa nyeri dan kering hingga stomatitis nonspesifik dan cheilitis.2

Saat ini, karena globalisasi dan modernisasi dalam kedokteran gigi, dokter gigi dapat dengan mudah menggunakan bahan gigi yang berbeda karena dengan mudah tersedia di seluruh dunia, sehingga penting bagi para klinisi mengetahui bahan-bahan apa saja yang sering menimbulkan reaksi alergi bagi penggunanya. Bahan gigi yang dicurigai memiliki masalah biokompatibilitas dijabarkan secara singkat dalam uraian berikut.

Dental Komposit

Praktisi gigi umumnya melaporkan terjadinya kontak dermatitis dan asma yang disebabkan karena kandungan metakrilat pada komposit. Methyl methacrylate (MMA), 2-hydroxyethyl methacrylate (HEMA), ethylene glycol dimethacrylate (EGDMA), dan triethylene glycol dimethacrylate (TEG-DMA) umumnya berperan dalam menimbulkan alergi kontak pada komposit.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Blomgren dkk.,4 melaporkan bahwa pada pasien yang mengalami lichenoid-like reaction pada bibirnya menujukkan reaksi positif terhadap adanya komponen dental komposit.

Meskipun demikian, dengan perkembangan dental komposit yang semakin baik saat ini, menyebabkan penggunaannya masih dikategorikan aman. Prevalensi kontak alergi dari MMA sendiri ditemukan hanya sekitar 1%.5,6

Untuk mengatasi dampak paparan komponen dental komposit ini dalam penggunaannya, diperlukan ventilasi ruangan yang optimal. Selain itu, terkait dengan kandungan MMA, dokter gigi harus menyarankan kepada pasien untuk tidak menggunakan gigitiruannya semalaman agar menghindari iritasi mukosa.

Fissure Sealant

Studi yang dilakukan Hallstrom7 pada suatu kasus menunjukkan adanya efek samping reaksi seperti asma dan urtikaria yang ditimbulkan setelah penempatan fissure sealant dan gejala tersebut menghilang setelah bahan tersebut dilepaskan.

Merkuri (Restorasi Amalgam)

Reaksi hipersensitivitas dari amalgam biasanya berupa lesi eritematosa dan pruritik pada mukosa mulut dan kulit wajah dan leher, lesi lichenoid oral, dan burning mouth syndrome. Penggunaan air conditioner, ventilasi yang baik, serta penanangan sisa amalgam dengan menggakan larutan sulfida dapat menghindari produksi uap merkuri.8,9

Logam Nikel Kromium (Ni-Cr)

Tanda dan gejala klinis alergi nikel yaitu sensasi mulut terbakar, hiperplasia gingiva, mati rasa pada sisi lidah dan diagnosis akhir dikonfirmasi dengan uji patch menggunakan sulfat nikel 5% dalam petroleum jelly. Pada individu yang sensitif, paparan nikel menyebabkan alergi sistemik dermatitis kontak. Alergi nikel sering dikaitkan dengan reaktivitas antara kromium dan kobalt.10

Jika individu mengalami hipersensitivitas pada nikel, maka kawat Ni-Ti yang digunakan dalam perawatan ortodontik harus diganti dengan kawat stainless steel atau titanium molybdenum alloy (TMA). Selain itu, braket ortodontik non-nikel lain yang juga bisa digunakan adalah braket keramik, polikarbonat, ataupun braket emas.10

Titanium

Alergi titanium memiliki tingkat prevalensi rendah yaitu sekitar 0,6% dan menunjukkan gejala urtikaria, eczema, dan kemerahan pada mukosa. Studi yang dilakukan Muller dan Valentine-Thon11 mengungkapkan bahwa saat ini setidaknya ada 56 pasien yang mengalami masalah kesehatan yang parah (nyeri otot dan sendi, sindrom kelelahan kronis) setelah penempatan implan gigi titanium, braket ortodontik, atau protesa endo. Selain itu, dalam tiga tahun follow-up ditemukan bahwa 1.500 pasien mengalami reaksi alergi titanium setelah penempatan implan gigi.12

Reaksi alergi terhadap titanium ini, diperkirakan karena adanya reaksi dari kandungan titanium alloy yaitu berilium (Be), kobalt (Co), dan kromium (Cr). Sementara itu, pengganti alternatif dari titanium adalah polytheretherketone (PEEK) yang saat ini masih diteliti.1

Latex

Alergi pada latex dapat berupa stomatitis, gangguan pernapasan, serta angioneurotic edema. Bahan ini dapat ditemukan pada sarung tangan dan rubber dam yang digunakan dalam kedokteran gigi.1

Anestesi Lokal

Meskipun anestesi lokal dikategorikan sebagai obat dengan toleransi yang baik, ternyata juga dapat memicu reaksi merugikan yang terkait dengan dosis (reaksi beracun atau overdosis) atau faktor psikogenik. Penyebab reaksi alergi adalah suntikan psikogenik atau intravaskular. Reaksi tersebut umumnya berupa sinkop dan syok anafilaksis. Anastesi lokal yang dilaporkan menimbulkan reaksi ini adalah lignocaine, prilocaine, mepivacaine atau komponen lain seperti methylparaben atau metabisulphite. Melakukan aspirasi syringe dan injeksi secara perlahan dapat menjadi cara untuk mencegah reaksi alergi anastesi lokal.1

Formaldehyde (Bahan Endodoktik)

Karakteristik dari alergi terhadap formaldehyde ini adalah syok anafilaktik, dan urtikaria. Pasien yang alergi pada bahan ini biasanya adalah wanita yang mengalami eczema pada tangan dan wajahnya.1

Sealer Saluran Akar dan Bahan Obturasi

Kandungan zinc oxide-eugenol pada bahan obturasi (sealer dan gutta-percha) diakui merupakan iritan terjadinya reaksi hipersensitivitas tipe IV dan reaksi anafilaktik. Saat ini, bahan pengisian saluran akar berbasis resin yang mengandung poliester, resin metakrilat disfungsional, bioactive-glass, dan sealer resin telah diperkenalkan sebagai alternatif gutta percha.1

Sodium Hipoklorit

Hanya sedikit kasus yang berkaitan dengan reaksi alergi terhadap NaOCl. Reaksi tersebut berupa sensasi rasa terbakar, sulit bernafas. Untuk mengatasi gejala dari reaksi alerginya, dilakukan dengan memberikan obat kortokosteroid, antibiotik, antihistamin, dan analgesik.1

Bahan Cetak

Bahan cetak poliester menyebabkan reaksi alergi berupa pembengkakan, gatal, dan kemerahan. Penanganannya dapat berupa pemberian kortikosteroid topikal pada daerah mukosa pasien yang mengalami reaksi alergi.1

 

Referensi:
  1. SyeD M, ChopRa R, SaChDeV V. Allergic reactions to dental materials-a systematic review. Journal of clinical and diagnostic research: JCDR. 2015 Oct;9(10):ZE04.(https://www-ncbi-nlm-nih-gov.sheffield.idm.oclc.org/pmc/articles/PMC4625353/)
  2. Ditrichova D, Kapralova S, Tichy M, Ticha V, Dobesova J, Justova E, et al. Oral lichenoid lesions and allergy to dental materials. Biomed Pap Med Fac Univ Palacky Olomouc Czech Repub. 2007;151(2):333–39. (https://www-ncbi-nlm-nih-gov.sheffield.idm.oclc.org/pubmed/18345274)
  3. Karabucak B, Stoopler ET. Root canal treatment on a patient with zinc oxide allergy: a case report. Int End J. 2007;40(10):800–07. (https://www-ncbi-nlm-nih-gov.sheffield.idm.oclc.org/pubmed/17608675)
  4. Blomgren J, Axell T, Sandahl O, Jontell M. Adverse reactions in the oral mucosa associated with anterior composite restorations. Journal of oral pathology & medicine. 1996 Jul 1;25(6):311-3. (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1600-0714.1996.tb00268.x)
  5. Marks JG, Belsito DV, DeLeo VA, Fowler JF, Fransway AF, Maibach HI, Mathias CT, Nethercott JR, Rietschel RL, Sherertz EF, Storrs FJ. North American Contact Dermatitis Group patch test results for the detection of delayed-type hypersensitivity to topical allergens. Journal of the American Academy of Dermatology. 1998 Jun 1;38(6):911-8. (https://www.jaad.org/article/S0190-9622(98)70587-0/fulltext)
  6. Wetter DA, Davis MD, Yiannias JA, Cheng JF, Connolly SM, El-Azhary RA, Farmer SA, Fett DD, Johnson JS, Linehan DL, Richardson DM. Patch test results from the Mayo Clinic contact dermatitis group, 1998-2000. Journal of the American Academy of Dermatology. 2005 Sep 1;53(3):416-21. (https://www.jaad.org/article/S0190-9622(05)01416-7/fulltext)
  7. Hallström U. Adverse reaction to a fissure sealant: report of case. ASDC journal of dentistry for children. 1993;60(2):143-6. (http://europepmc.org/abstract/med/8486859)
  8. Kal BI, Evcin O, Dundar N, Tezel H, Unal I. An unusual case of immediate hypersensitivity reaction associated with an amalgam restoration. British dental journal. 2008 Nov;205(10):547. (https://www.nature.com/articles/sj.bdj.2008.981)
  9. Bains VK, Loomba K, Loomba A, Bains R. Mercury sensitisation: review, relevance and a clinical report. British dental journal. 2008 Oct;205(7):373. (https://www.nature.com/articles/sj.bdj.2008.843)
  10. Noble J, Ahing SI, Karaiskos NE, Wiltshire WA. Nickel allergy and orthodontics, a review and report of two cases. British Dental Journal. 2008 Mar;204(6):297. (https://www.nature.com/articles/bdj.2008.198)
  11. Muller K, Valentine-Thon E. Hypersensitivity to titanium: clinical and laboratory evidence. Neuroendocrinology Letters. 2006 Dec 1;27(1):31-5. (http://www.ericdavisdental.com/services/why-there-are-some-services-we-dont-provide/dental-implants/Hypersensitivity-to-titanium%5B3%5D%5B3%5D.pdf)
  12. Sicilia A, Cuesta S, Coma G, Arregui I, Guisasola C, Ruiz E, Maestro A. Titanium allergy in dental implant patients: a clinical study on 1500 consecutive patients. Clinical Oral Implants Research. 2008 Aug 1;19(8):823-35. (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1600-0501.2008.01544.x)

 

Kontributor:
Ridhayani-Hatta-Guest-Author-crop-280x300.jpgRidhayani Hatta saat ini berstatus sebagai mahasiswa program master di University of Sheffield, Inggris pada program studi Dental Materials Sciences. Sebelumnya, Ridha telah menyelesaikan pendidikan dokter gigi di Universitas Hasanuddin pada tahun 2016, dan bekerja sebagai dokter gigi di salah satu klinik swasta di Kota Makassar. Di waktu luang, Ridha gemar memasak dan menulis. Pembaca dapat berkorespondensi dengan Ridha melalui email ridhayani.hatta@gmail.com

Gigi dan Mulut


8 Jun 2018 drg. Ridhayani Hatta