5 Jan 2016 Gakken Editorial

5 Vitamin Terbaik Penghilang Stres

Semua orang tentunya pernah mengalami stres. Stres bisa datang dari diri sendiri, lingkungan kerja, keluarga, teman, dan lain-lain, bahkan dari orang yang tidak kita kenali sekalipun.

Apa itu stres?

Menurut para ahli, stres adalah ledakan energi yang pada dasarnya membantu menyarankan kita tentang apa yang harus dilakukan. Dalam dosis yang kecil, stres justru membantu memenuhi tantangan sehari-hari, memotivasi untuk mencapai tujuan, membantu menyelesaikan tugas dengan lebih efisien, dan bahkan mampu meningkatkan memori.

Stres juga merupakan sistem peringatan penting, yang menghasilkan The Fight-or-flight responses. Ketika otak merasakan semacam stres, tubuh akan dibanjiri oleh bahan kimia seperti epinefrin, neropinefrin, dan kortisol. Hal ini menciptakan berbagai reaksi seperti peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Hal ini juga meningkatkan kepekaan refleks dan fokus sehingga kita dapat menghindari situasi fisik dengan cepat dan aman (misalnya menghindari mobil yang akan menabrak).

Stres adalah hal yang sangat penting untuk kelangsungan hidup, tapi terlalu banyak stres tentunya akan merugikan. Ada banyak masalah yang dapat ditimbulkan oleh stres terhadap tubuh. Hampir dari segala aspek mulai dari depresi dan kegelisahan hingga sakit kepala, makan berlebih, nyeri pada sendi dan otot, dan insomnia. Bahkan yang lebih parahnya lagi, stres juga dapat mengakibatkan serangan jantung.

Oleh karena itu sangat penting untuk berkonsultasi dengan orang-orang terdekat atau dokter jika anda menghadapi stres yang berlebih pada kehidupan anda. Anda juga dapat menambahkan nutrisi pada makanan sehari-hari anda yang mengandung Vitamin penghilang stres berikut:

Vitamin C

Sebuah studi yang dipresentasikan ke American Chemical Society oleh Samuel Champbell, Ph.D di Universitas Alabama - Huntsville pada tahun 1999 mengungkapkan bahwa Vitamin C dapat membantu menormalkan kadar hormon yang dilepaskan tubuh pada saat stres dan yang menyebabkan berbagai banyak masalah seperti yang telah disebutkan di atas. Studi ini menemukan bahwa kedua kadar zat kimia kortisol dan kortikosteron berkurang dengan konsumsi Vitamin C secara rutin.

Beberapa makanan yang mengandung Vitamin C umumnya dari buah-buahan seperti jeruk, mangga, stroberi, tomat, atau juga dari asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, dan hati.

Vitamin A

Vitamin A dikenal luas sebagai antioksidan yang kuat. Antioksidan membantu tubuh mengatasi stres dan perubahan-perubahan yang terjadi akibat stres. Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak Vitamin A, anda akan membantu tubuh anda melawan hormon penyebab stres dan mengembalikan kadar hormon menjadi normal.

Beberapa makanan yang mengandung Vitamin A seperti wortel, labu, minyak ikan, daging, susu, keju, dan hati.

Vitamin B1

Vitamin B1

Vitamin B1 ini membantu menghilangkan stres dengan kadar yang sangat banyak sehingga sering disebutkan sebagai "Vitamin Anti-Stres". Vitamin B1 ini membantu mengatasi stres berlebih dengan mendorong tubuh memproduksi lebih banyak adenosin trifosfatZat kimia ini membawa membawa energi ke dalam sel-sel tubuh sehingga dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, Vitamin B1 juga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Beberapa makanan yang mengandung kadar tinggi Vitamin B1 adalah telur, biji-bijian, hati (liver), ragi, kentang, sereal, dan gandum.

Vitamin B6

Vitamin B6

Juga dikenal dengan nama Pyridoxine, Vitamin B6 membantu meningkatkan produksi neropinefrin dan serotonin. Kedua hormon ini adalah pengatur suasana hati (mood) yang paling penting. Kekurangan kedua hormon ini akan menyebabkan stres hingga depresi.

Beberapa makanan yang mengandung kadar tinggi Vitamin B6 termasuk wortel, biji bunga matahari, udang, tuna, dan bayam.

Vitamin B12

Vitamin B12

Vitamin ini merupakan komponen penting untuk fungsi otak yang sehat. Tidak hanya membantu mengatasi depresi, tetapi juga dapat mencegah demensia dan kebingungan (confusion).

Kebanyakan penderita defisiensi Vitamin B12 adalah orang tua, orang-orang dengan kondisi gastrointestinal atau anemia pernisiosa, dan vegetarian dan vegan. Penyebab utama pada lansia adalah kekurangan asam klorida yang cukup di dalam perut mereka. Asam klorida inilah yang membantu penyerapan Vitamin B12 di dalam tubuh. Sedangkan defisiensi Vitamin B12 pada vegan dan vegetarian disebabkan karena kurangnya cakupan Vitamin B12 yang utamanya ditemukan dalam produk hewani. Oleh karena itu sangat disarankan menggunakan suplemen Vitamin B12 selain dengan mengkonsumsi makanan yang kaya Vitamin B12.

Beberapa makanan yang mengandung kadar tinggi Vitamin B12 adalah daging merah, ikan, unggas, susu, dan telur.

Tips Kesehatan


5 Jan 2016 Gakken Editorial